waduh, judul diatas memang terkesan...kasar sekali ya..
tetapi mungkin memang kita perlu 'warning' yang agak keras untuk benar-benar memahami tentang mendesain rumah yang baik. Memang banyak hal yang juga penting bila kita sedang mendesain rumah tinggal kita, tampak bangunan penting, sturktur yang baik juga penting namun dari berbagai hal yang penting-penting tersebut, tetap, layout rumah adalah yang terpenting...mengapa?
Kita harus kembalikan lagi ke tujuan kita membangun rumah, yaitu untuk berfungsi dengan baik sebagai wadah kita beraktifitas sehari-hari, sebuah shelter.
Ibaratnya seperti ini, apa gunanya sebuah mobil mewah yang tidak bisa berfungsi dengan baik?
apa gunanya sepatu mahal yang kesempitan?
apa gunanya televisi besar tanpa sinyal tv/video?
Sebelum kita melanjut membahas/membangun rumah kita, pastikan, layout rumah tinggal kita nantinya, sesuai dengan fungsinya dengan jelas.
Mungkin kita kesulitan untuk 'memaksakan' sang arsitek untuk mengikuti selera kita; mungkin kita sulit untuk meminta pembangunan yang lebih cepat kepada kontraktor kita.
Tetapi bila kita berhadapan dengan layout rumah yang 'aneh' atau dirasa tidak berfungsi semestinya, yang harus kita lakukan sebagai pemilik rumah adalah bersikap "ini rumah saya, dan saya ingin rumah ini berfungsi sebagaimana mustinya".
Bila sang arsitek bersikeras untuk memaksakan kehendaknya. Sudah saatnya anda mencari arsitek lain....
It's the layout stupid.
Monday, 28 April 2008
Tuesday, 22 April 2008
Pilih Arsitek yanh sesuai dengan kita...
Saat saya meliput sebuah rumah tinggal yang akan di tampilkan di salah satu TV swasta, saya berkesempatan untuk bertemu dengan sang pemilik rumah. Karena posisi saya sebagai 'orang yang independen', alias tidak ada hubungan dengan sang arsitek maupun yang punya rumah, saya berkesempatan menanyakan satu hal yang cukup penting (buat saya..);
"mengapa ibu memilih arsitek ini? apa dasarnya ibu menggunakan jasanya?"
Jawaban yang diberikan oleh yang punya rumah, sungguh masuk diakal, "saya memilihnya karena ia adalah arsitek yang mau mendengarkan keinginan saya, beberapa arsitek terkesan memaksakan kehendaknya kepada saya"...
Mendengar jawaban tersebut, saya sungguh mengerti apa yang ia maksud. Karena, memang ada teman saya yang menggunakan jasa arsitek yang cukup senior, sang klien pun harus bertemu dirumah sang arsitek (bukan di tempat klien seperti biasanya..) dan yang cukup mengejutkan buat teman saya itu, ketika mereka ada berbeda pendapat, teman saya justru 'diusir' dari rumah arsitek tersebut......sungguh menyebalkan?
and you know what?
Teman saya tetap menggunakan jasa sang arsitek, dan sangat bangga akan hasilnya.
Kedua contoh tersebut adalah sisi yang berbeda. Dimana, kedua tipe klien tersebut, memang sungguh berbeda.
Yang pertama, mengharapkan sang arsitek membantu mewujudkan rumah impiannya..
Yang kedua, mengarapkan sang arsitek dapat mereliasasikan 'karya terbaik' sang arsitek...untuk rumahnya...
Memang pada akhirnya, kita lah yang menentukan arsitek mana yang cocok buat kita. Kedua 'jenis' arsitek, yang memaksakan kehendaknya (agar desain rumah tersebut menjadi baik) dan tipe arsitek yang akomodatif (agar kita yang punya rumah merasa rumah tersebut 'milik' kita) pastinya dapat memberikan hasil desain yang baik...hanya pendekatannya yang berbeda..
Nah, untuk anda, arsitek mana yang cocok untuk rumah anda nantinya?
"mengapa ibu memilih arsitek ini? apa dasarnya ibu menggunakan jasanya?"
Jawaban yang diberikan oleh yang punya rumah, sungguh masuk diakal, "saya memilihnya karena ia adalah arsitek yang mau mendengarkan keinginan saya, beberapa arsitek terkesan memaksakan kehendaknya kepada saya"...
Mendengar jawaban tersebut, saya sungguh mengerti apa yang ia maksud. Karena, memang ada teman saya yang menggunakan jasa arsitek yang cukup senior, sang klien pun harus bertemu dirumah sang arsitek (bukan di tempat klien seperti biasanya..) dan yang cukup mengejutkan buat teman saya itu, ketika mereka ada berbeda pendapat, teman saya justru 'diusir' dari rumah arsitek tersebut......sungguh menyebalkan?
and you know what?
Teman saya tetap menggunakan jasa sang arsitek, dan sangat bangga akan hasilnya.
Kedua contoh tersebut adalah sisi yang berbeda. Dimana, kedua tipe klien tersebut, memang sungguh berbeda.
Yang pertama, mengharapkan sang arsitek membantu mewujudkan rumah impiannya..
Yang kedua, mengarapkan sang arsitek dapat mereliasasikan 'karya terbaik' sang arsitek...untuk rumahnya...
Memang pada akhirnya, kita lah yang menentukan arsitek mana yang cocok buat kita. Kedua 'jenis' arsitek, yang memaksakan kehendaknya (agar desain rumah tersebut menjadi baik) dan tipe arsitek yang akomodatif (agar kita yang punya rumah merasa rumah tersebut 'milik' kita) pastinya dapat memberikan hasil desain yang baik...hanya pendekatannya yang berbeda..
Nah, untuk anda, arsitek mana yang cocok untuk rumah anda nantinya?
Sunday, 20 April 2008
Sesuaikan Asesoris Rumah kita...

Minggu lalu saya mendapat kesempatan untuk tampil di acara TV (one - home and living - sabtu) sebagai desainer tamu yang memberikan komentar/masukan kepada karya arsitek yang di tampilkan pada acara tersebut...
Secara garis besar saya tidak melihat adanya 'kritik' dari rumah tersebut, karena memang sudah dianggap baik. Namun saya menemukan hal yang 'tipikal' terjadi di rumah tersebut (dan juga di proyek2 saya), yaitu..
Problem dimana sang pemilik, masih mempunyai barang2 yang ia miliki dari rumah sebelumnya, biasanya berupa furnitur dan asesoris. Masalahnya adalah, sering kali furnitur dan asesoris (asbak, vas, pajangan, etc) tersebut tidak sesuai lagi dengan tema rumah baru tersebut..
Memang beberapa barang lama itu mempunyai 'nilai' sendiri, mungkin berupa hadiah dari orang yang penting, atau barang yang dulu kita beli mahal sekali namun sulit dijual dengan harga yang baik...atau sekadar bukan habit kita membuang barang tersebut..
Salah satu pemecahannya adalah;
Diskusikan dengan interior desainer kita, apa-apa saja barang yang akan tetap digunakan dirumah baru tersebut, nanti sang desainer akan memberikan masukan; apakah diposisikan secara khusus (area lain), atau di combine dengan asesoris baru agar lebih selaras.
Cara lain yang lebih ekstrim? karena kita memang ingin tampil baru, carilah asesoris yang sesuai dengan tema rumah kita, toh semahal2nya asesoris itu, tetap lebih penting nilai rumah secara keseluruhan bukan?
Foto: Milan Furniture Fair 2008
Wednesday, 16 April 2008
Simplicity Wins...(.Rumah Cutbray?)

Kita selalu ingin rumah kita tampil fantastik...keren..luar biasa..dan tentu trendy.
Bila kita cermati perilaku kultur yang trendy pada masa lalu; celana jeans - 70's 'cut-bray', 80's baggy, 90's 'holes'...terlihat pattern bahwa yang trendy, memang keren sekali....pada masa itu saja. Sementara, yang tetap bertahan, selalu yang classic cut...Levi's 501 misalnya.
Pada masa orang2 disekitar kita, para artis, foto model menggunakan fashion masa kini, celana jeans '501' bukanlah bagian dari trend pada saat itu, namun juga bukanlah desain celana yang 'norak'...desain yang bertahan disebut..classic.
Lalu bagaiman dengan rumah kita? apakan rumah kita termasuk golongan trendy seperti Cutbray? apakah lebih ke "normal"2 saja?..
Rumah yang di desain dengan prinsip simplicity, wins overtime...
Foto: Rumah Ludwig Mies van der Rohe
Monday, 3 March 2008
Selera Arsitek...dan Selera Publik...

Britney
Beyonce
Justin
vs.
Bjork
Sigur Ros
Tori Amos
Saya harap dapat menggambarkan kedua belah sisi dari musik yang sama-sama populer.
Namun, bedanya, ada yang populer untuk semua orang, sementara ada yang populer untuk penggemar musik khusus.
Begitu juga didalam desain rumah tinggal/arsitektur...juga terdapat perbedaan seperti ini.
Bila anda seorang desainer, maka pahamilah, bahwa, apa yang publik anggap baik, belum tentu sesuai dengan apa yang anda anggap baik.
Bila anda 'pemilik bangunan', carilah desainer yang mengerti apa yang anda anggap baik...
Lalu seperti apa desain yang 'benar-benar baik'? = adalah desain yang dianggap baik oleh anda dan desainer anda *.Tidak mudah memang, namun berusahalah untuk mendapatkan titik temu tersebut...
*bukan diartikan sebagai desain yang berkompromi...karena kompromi = moderation, yang berarti, tidak akan pernah 'istimewa'.
Designer: Keras Kepala....

Pernah berhubungan dengan desainer 'keras kepala'?
Entah mungkin masalah ego, atau gengsi....atau mungkin usul dari kita yang mereka anggap tidak sesuai...namun, memang permasalahan hubungan antara klien - desainer, selalu berhubungan dengan urusan 'selera' ;-)
Bila kedua belah pihak berbeda pendapat, permasalahan selalu mempunyai dua sisi yang berbeda; misalnya:
Apakah 'saya' yang sombong, atau 'dia' yang minder?
Dia yang tidak mau mendengarkan usulan saya? atau memang saya yang sulit juga menerima perbedaan pendapat?
Dia harusnya menuruti kemauan saya, karena saya yang memberikan penugasan kerja kepadanya...atau justru saya yang harus mendengarkan sarannya, karena alasan kita meng-hirenya karena sang desainer lah 'sang ahli' desain tersebut?
Apapun permasalahan yang ada, terkadang masalahnya justru bukan berada di desain; lebih ke hubungan sosial antara sang klien dan desainer.
Pada wawancara acara di Women Radio (94.3 FM) ada yang bertanya dengan saya, bagaimana memilih arsitek rumah yang baik? jawaban saya adalah, untuk masalah desain, kita bisa membicarakan apa keinginan kita dan sang arsitek juga bisa memberikan usulan nantinya. Untuk masalah fee, juga sama, kita kembalikan ke kemampuan kita sebagai klien...namun terlepas dari kedua faktor pemilihan arsitek, carilah yang bisa berkomunikasi dengan baik. Artinya, berhubungan dengan arsitek yang 'enak' secara personality, justru membuka peluang untuk mendapatkan hasil yang baik...
Lalu apa hubungan dengan gambar Yahoo - Google diatas? banyak yang mencoba membandingkan hasil pencarian dari kedua search engine tersebut, namun, kita harus menyadari kepopuleran Google. Dan satu hal yang pasti, banyak yang menyukai tampilan simplicity dari Google search.
Membuat halaman 'kosong' a'la Google, sangat, sangat lah mudah. Lalu mengapa sulit sekali Yahoo membuat nya?
Keras kepala mungkin? ;-)
Thursday, 28 February 2008
Raul Renanda - Women Radio Jumat Feb 28! Jam 4 sore
Bila kebetulan ada di dekat radio ;-) bisa dengarkan obrolan Griya di 94.3FM Women Radio jam 4 Sore..bisa telepon langsung ke radio (mungkin dibuka jam 3.30 pm) bila ingin bertanya langsung...
Topik:
Interior Rumah Tinggal
Enjoy!
Topik:
Interior Rumah Tinggal
Enjoy!
Subscribe to:
Posts (Atom)