Thursday, 22 February 2007

IKEA HACKS!










Bila anda pecinta produk IKEA, anda pasti suka website ini.

Tetapi tentu bukan hanya untuk produk-produk dari IKEA, tentu kita bisa belajar dari ide-ide yang ada untuk merek furnitur lainnya. Intinya, recycle, reuse, reimagine!

;-)

Wednesday, 21 February 2007

I have to remember = It's the color, stupid. ;-)

Mungkin pernah dibahas sebelumnya, tetapi juga mungkin belum benar-benar terasa penagasannya. WARNA.

Warna adalah segalanya, terutama untuk interior rumah anda. Pastikan konsep warna telah ditentukan sebelumnya dan ...stick to the plan.

Coba bayangkan mobil idaman anda...Ferrari? Porsche? Rolls Royce? Bentley? atau yang, ehm, lebih 'real', sebuah mobil yang hendak anda beli tahun ini. Lalu bayangkan mobil yang 'keren' tersebut di cat dengan warna yang anda tidak suka, atau tidak umum; tentu kita tahu jawabannya, kita sebel banget. Rasa sebal tersebut bisa sampai ke titik yang, bila hanya warna yang kita tidak suka tersebut ada di showroom itu, kita malah beralih ke pemilihan mobil lain.

Mobil jelas, bukan sekadar 'benda berwarna', tentu lebih dari itu. Bayangkan si pembuat mobil, segala macam rancangan dan teknology dikerahkan untuk memberikan produk yang baik, namun keputusan pembelian oleh kita, bisa dipatahkan dengan alasan yang sederhana; saya tidak suka dengan warnanya.

Mobil hanyalah satu contoh saja, bisa kita terapkan di berbagai produk lainnya, apalagi fashion, tentu lebih rentan lagi dengan isu warna ini...

Jadi kembali ke desain interior anda, perhatikan warna. Bila melihat foto yang anda 'naksir' dimajalah, jangan buru2 liat furniturenya, tetapi "lihat warnanya"...dan stick to the plan.


..dan bila saya terkagum dengan desain interior yang ada di majalah-majalah, lebih baik saya ingatkan ke diri saya sendiri; It's the color stupid.

;-)

Thursday, 15 February 2007

Berapa Fee nya?

Posting ini tentu dapat di argumen kan, dan pada satu poin bisa saja kontroversi, dan tentu, subyektif. Harap baca dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

This is it; "Bila dana yang ada siapkan dalam membangun rumah 'pas-pas'an, ambillah desainer yang baik (baca:lebih mahal dari umumnya) dan kontraktor yang sangat baik (baca; lebih mahal dari umumnya).

Tidak pada umumnya yang terjadi, Rumah Mewah (dengan kemampuan budget fleksibel) dapat menggunakan (terutama) kontraktor yang bagus, sementara Rumah "budget" sebaiknya juga menggunakan kontraktor yang punya "harga miring" dan desainer yang "ok-ok saja".

Ini dasar pertimbangan saya; Untuk proyek yang punya budget pas, anda tidak sanggup berhadapan dengan kesalahan. Sebuah kesalahan desain, berakibat rumah tersebut tidak sedap dipandang, tidak berfungsi seperti yang diharapkan. Sebuah kesalahan pembangunan, mengakibatkan rumah yang 'sakit-sakit' dan rentang waktu pelaksanaan yang tidak jelas, juga penggunaan material yang boros, belum lagi kita bicara kualitas fisik bangunanya.

Harapan anda adalah kepada, team yang solid.

Ini contoh argumen ini;

Si A mempunyai budget 500 juta, bila komponen fee desainer dan kontraktor total senilai 20% (versi fee tinggi), maka "harga" resmi bangunannya senilai 400 juta.

Si B mempunyai dana yang sama, 500 juta, bila dia bisa mendapat fee desainer dan kontraktor "harga miring" misalnya 5% maka harga bangunan si B adalah 475 juta.

Sekarang , mari kita bicara perbedaan 75 juta itu. Apakah nilai 75 juta bisa membuat proyek itu lebih baik? apakah nilai 75 juta yang lebih milik si B itu merupakan "75 juta lebih bagus" atau kah "75 juta untuk menutupi kesalahan?" atau kah "lebih 75 juta namun tidak puas?" dan seterusnya...

Berapa kali kita melihat proyek yang kita tahu menghabiskan biaya tinggi namun tidak impressive, sedangkan juga kita lihat rumah "sederhana" namun nyata-nyata kita tahu itu pekerjaan dari hasil tangan terbaik?

Yang mana kira2 anda inginkan? ;-)

(juga silakan baca posting sebelumnya tentang pentingnya kontraktor yang baik...)

Sunday, 4 February 2007

Banjir! untuk diingat selalu...Februari 2007

Memang kadang kita panik dan puyeng kekita banjir menghampiri kita, syukur untuk saya, 2 kali mengalami banjir besar 2002 dan 2007 ini walau saya tinggal di 2 tempat yang berbeda, keduanya berada di daerah "bebas banjir" , namun bagaimana juga, tetap merasakan terputusnya aliran listrik, dan terbatasnya aktifitas akibat banjir ini.

Namun saya juga ingat selalu, betapa mudahnya kita melupakan hal ini...

Dalam anda merencanakan pembelian lokasi tanah untuk rumah anda ingatlah selalu akan hal ini, walau mungkin 2008, 09,10 misalnya tidak ada banjir besar lagi, jangan heran bila 2011 dan selanjutnya banjir ini datang, dan ketika menghampiri rumah anda, tidak ada pilihan lain kecuali pasrah. Dan bila anda 'terpaksa' membangun rumah di daerah rawan banjir maka sebaiknya kita pikirkan baik-baik dalam perencanaan rumah anda...

Misalnya;
-Rumah 2 lantai atau lebih tetap lebih baik, walaupun hanya ruangan kecil diatas.
-Tangki penampungan air yang besar
-Genset (seberapa pun kecilnya)
-Paling tidak, ada 1-2 kamar mandi yang mempunyai bak air (walau 'gak keren')
-Peninggian jalur masuk mobil, atau bila perlu ketinggian rumah
...dan mungkin ide-ide lain...yang harus kita pikirkan, walaupun pada saat pembangunan berjalan udara sedang 'kering'...

Monday, 29 January 2007

Trend Warna 2007 part 2

Marimekko, juga menghadirkan fabric dengan pattern warna yang menunjukkan kecenderungan 2007....

Thursday, 18 January 2007

Trend Warna 2007?

Majalah Australian Home Beautiful January 2007, menampilkan perkiraan trend warna interior rumah untuk tahun ini...(majalah bisa dibeli di toko2). Perhatikan warna kayu muda (maple) dan warna2 pastel dengan dominasi warna biru muda dan hijau muda. Natural+Ecology+Fresh....dengan beberapa penegasan warna hitam sebagai "frame"... ;-)











Sunday, 7 January 2007

Kenapa anda perlu arsitek/desainer yang terbaik?




it's a Carbage!!








"anda kan cuman gambar2 saja...beres.."
"tinggal sketsa saja toh, bawa ke 'tukang bikin 3D'..beres.."
"kan sekarang sudah pake komputer, tinggal, klik-klik-klik..beres.."
"tolong bikinin rumah yang mirip dimajalah itu ya...tinggal salin saja kok..."

Kali ini saya terpaksa agak sinis, setelah berbincang-bincang dengan apa yang teman2 sesama arsitek berbicara tenang 'komentar' dari calon klien mereka, benar-benar saya merasa edukasi mana yang baik, dan mana yang 'mediocre' atau 'asal jadi' kepada masyarakat masih perlu diperhatikan. Saya cukup gembira dengan banyaknya majalah-majalah tren rumah tinggal yang cukup baik di Indonesia akhir-akhir ini, namun memang edukasi tersebut masih memerlukan waktu.

Saya sendiri pun kadang masih meragukan pentingnya memerlukan 'penanganan professional' untuk hal-hal yang tidak terlalu saya pikirkan, seperti:
  • Urusan rambut (kenapa musti ke salon yang mahal2 bener? kenapa musti pake shampoo merek A atau B?)
  • Jahit baju (walah, bikin kemeja gitu aja mahal banget?)
  • Daging Steak (apa bener sih bedanya import sama lokal?)
  • Montir (gak perlu ke bengkel resmi kan? mahal banget disana?)

Namun pada akhirnya kita sadar juga ketika pernah mengalami kegagalan ketika merasa "lebih tahu" atau "bisa mengerjakan sendiri", bahwa kita memerlukan penanganan team yang professional untuk proyek kita. Apalagi untuk rumah tinggal, dimana bila salah, ya tidak mudah untuk membetulkannya (karena biaya, atau waktu etc..)

Pilih team yang baik, sebaik-baiknya yang anda dapat lakukan...

Lalu, apa hubungannya dengan gambar diatas? majalah TOP GEAR - Carbage! meliput isu sekitar desain mobil yang dibuat tanpa penanganan profesional, nah rumah anda akan berbentuk seperti ini, bila diserahkan kepada team "amatir"..