Friday, 12 October 2007

Keamanan Rumah...










"long time ago" sewaktu saya mendesain rumah salah satu klien saya, saya agak terkejut dengan reaksi mereka tentang keamanan rumah, pada saat itu saya anggap mereka agak berlebihan, namun tentu, sebagai desainer rumah tinggal, saya tetap mendengarkan dan membantu memikirkan hal ini.

Sampai pada suatu hari, dirumah saya sendiri, ada sekelompok orang yang mencoba mencuri mobil saya, 'untung' saya terbangun dan rencana tersebut dapat terhindarkan.

Sejak itu, pandangan saya tentang keamanan rumah menjadi sangat berbeda, apalagi hasil shock therapy dari oknum2 tersebut cukup sukses, alias, hampir satu tahun saya tidak bisa tidur. Memang ketika kita mengalaminya, akan berbeda sudut pandangnya dari pada sekadar 'teori' berikut input dari saya tentang keamanan di rumah anda.

1. Masalah keamanan rumah, salah satunya ada hubungannya dengan desain, ketika anda merencanakan rumah anda, sudah dapat dipikirkan mengenai hal ini.
2. Perhatikan semua sisi rumah anda, logikanya, bila tetangga anda 'setara' dengan anda secara ekonomi, kemungkinan maling masuk justru dari halaman depan.
3. Hati-hati dengan tanah kosong disebelah rumah anda, itu adalah basecamp empuk untuk masuknya para maling.
4. Penerangan, berbeda dengan 'kebiasaan' baik untuk hemat enerji, rumah yang terang benderang tentu lebih enggak didatangi maling.
5. Sinarilah area yang gelap, termasuk tanah kosong disamping rumah anda, walaupun itu bukan tanah anda dan mungkin isinya hanya sampah.
6. Tidak ada salahnya menyalakan radio didaerah yang sepi, terutama bila anda berpergian jauh dan lama.
7. ada 2 jenis 'maling' satu yang diam-diam, satu lagi terang-terangan alias rampok, yang terakhir, tidak ada jalan lain kecuali pasrah.
8.Walau tidak semua orang 'bisa', memelihara anjing memang ada gunanya untuk menjaga rumah anda
9.Motion sensor light bisa dipasang di beberapa daerah tertentu, dan harganya juga tidak mahal.
10. CCTV, walau kadang kita merasa terlalu berlebihan, kadang justru sangat efektif, dan letakkan justru ditempat yang sangat menyolok, kita ingin menghindari maling (yang jadi ragu dengan sistem keamanan ini) bukan ingin memergoki maling.


Mungkin ironisnya, bila ingin mendesain rumah yang aman, kita sendirilah yang harus berpikir seperti...maling ;-)

Take Care...

Wednesday, 10 October 2007

Remarkable House : Punya Nyali?

"We want to be the Apple of our industry."
And Béhar has an impertinent question for them, too: "Do you have the guts?"


Banyak orang yang ingin rumahnya menjadi menarik...'lain dari pada yang lain'...special..jadi "omogan orang"..namun sedikit yang berani mengambil resiko untuk menjadi berbeda.

Berbeda, adalah keputusan yang berani. Berbeda adalah melakukan apa yang belum orang lakukan. Bila kita menghayal tentu banyak yang ingin kita lakukan, namun ketika kita ingin membangun rumah kita, menginvestasikan dana yang kita tabung 'seumur hidup', keinginan tampil beda pun semakin berat.

Banyak orang yang melihat kesuksesan sebuah produk, atau sosok, seakan-akan itu sebuah miracle, well, there's no such thing as overnight success. Semuanya dilalui dari kegagalan atas kegagalan, penghinaan, dan tentu berani menentang apa yang dianggap orang 'normal'.

Sepintas yang saya bicarakan adalah sikap hidup seseorang, namun memang rumah adalah cerminan dari diri kita sendiri...

Jadi, bila anda ingin rumah anda 'remarkable', pastikan, anda berani tampil beda, dan...berani gagal... ;-)

Tuesday, 9 October 2007

Panas dibawah atap dek...














desain diatas adalah bagian dari sneak preview design ideas 2008 yang akan saya publish (semoga) desember ini.

Yang saya ingin ceritakan disini adalah desain dengan genre ini, rumah kotak, selalu mempunyai problem panas.

Desain ini memang menjadi tren di indonesia akhir-akhir ini, dan saya perkirakan akan 'membudaya' dalam waktu dekat, namun, selama pemecahan masalah panas diruang dalam belum didapati, masih agak ragu agar desain ini diterima seutuhnya di Indonesia.

Saya mengusulkan konsep "secondary roof" yang bertujuan sebagai bantalan panas. Roof deck tetap ada dan dengan insulation dan waterproofing pada umumnya, namun diatasnya kita letakkan genteng metal denga kaki yang terbuka, agar panas yang ada dibawa atap metal ini, terbawa oleh sirkulasi udara secepatnya.

Masalah panas didalam, lebih kepada masalah heat trap, yaitu panas yang di siang hari, tetap bertahan bahkan sampai malam hari. Pada beberapa kasus kita dapat menggunakan exhaust fan, namun tentu selain memakan listrik, daya sedot panasnya pun belum tentu mencukupi, AC pun, tidak akan sanggup melawan heat trap ini. Hal ini juga kita jumpai di ruko-ruko.

Orang belanda membuat rumah dengan atap 45 derajat dan lobang udara di atap memang bertujuan untuk mengurangi panas masuk ke dalam rumah. Arsitek belanda, arguably, telah menjadi arsitek di 'negri' ini jauh lebih lama dari kita semua, wisely, kita memang harus belajar dari mereka...

berikut sketsa konsepnya..

Note: Sketsa di bawah harusnya tulisannya 'cool' ya..bukan cold = 'flu?" ;-) sorry...

Sunday, 7 October 2007

Off Topic : Kepada pembuat furniture...










Kepada pembuat furniture (di tanah air ku), anda mempunyai 3 pilihan dalam membuat furniture.

1. Buat desain orginal.
2. Kalau ingin meniru, buatlah copy yang 99%.
3. Kalau bisa, buat lah yang lebih baik dari pada yang asli.


Kata orang, mumpung mimpi, mimpilah yang besar. Kalau memang meniru/terinspirasi karya orang lain, tirulah yang baik , even make it better.

Seperti lagu, pilihan anda, buat lah lagu yang original, dari hati anda sendiri. Atau nyanyikan dengan sebaik-baiknya lagu orang lain, bila ingin meniru. Atau nyanyikan lagu cover song dengan baik....or even better.

Crime adalah : meniru tapi buruk. Tolong hindari, please.

Rumah untuk di jual?

Pertanyaan: Mengapa orang membeli jam tangan Rolex?

- Karena bila saya membelinya, orang tahu saya mampu mempunyai jam mahal - Gengsi
- Karena jam tangan ini saya harap bertahan lama - Reability
- Karena saya memang memerlukan jam tangan - Fungsi
- Karena bila saya perlu uang, jam ini gampang saya jual - Likuid

Lalu bagaimana dengan rumah yang anda bangun? apakah telah memiliki ke 4 unsur ini? Gengsi/Image, Reabilitas/Kekuatan, Fungsi/Fasilitas dan Likuiditas/Selera Pasar...

Memang ke 4 point ini saling berkaitan, dan alangkah baiknya bila proyek kita memilikinya, namun bila 'ada keterbatasan', sebaiknya anda melihat 'target market' dari rumah anda itu sendiri..

Apakah kira-kira calon pembeli mementingkan...

Gengsi = Biasanya tipe mereka ingin menempatinya, sebagai rumah utama mereka...
Fungsi = Biasanya tipe pembeli ini mengangap ini adalah rumah sementara, sampai mereka dapat membangun rumah idamannya suatu saat nanti...
Likuid/gampang dijual = Tipe pembeli yang hanya ingin berinvestasi...
Reabilitas = Hampir sama dengan kebutuhan fungsi, namun melihatnya dalam jangka waktu yang panjang/tipe penghuni yang 'tidak mau pusing'...

Bila kondisi anda dalam membantu merasa terbatas, ada baiknya anda fokus dalam kepentingan-kepentingan ini.

Gengsi = Dapat diciptakan dengan menggunakan desainer yang baik
Fungsi = Peran anda sebagai owner harus kritis dalam menentukan fungsi ini
Reabilitas = Carilah kontraktor yang baik dan dalam pengawasan kerja yang ketat, dan material yang baik
Likuid = Usahakan selera pasar, hindari desain yang unik.

Keypoint:

Desain yang unik, anda akan sulit menjualnya, namun bila tidak terburu-buru menjualnya, anda dapat mempunyai kemungkinan menjual diatas harga pasar.

Desain yang selera umum, anda dapat menjualnya dalam waktu yang cepat, namun harga pun terpaksa bersaing karena "proyek tetangga" juga memiliki desain dan fungsi yang sama = perang harga.

Bila pada anda melihat peluang calon pembeli mementingkan investasi, atau akan dikontrakkan, fokus kepada tampak muka yang menarik dan reabilitas, sementara interior dapat anda 'turun'kan kualitasnya karena "toh nanti akan rusak juga/bila saya nanti akan memakainya sendiri, interior akan saya rombak lagi"...

Tetapi bila anda ingin memulai bisnis ini, dan mencari reputasi, pastikan ke 4 points diatas menjadi fokus anda, bagaimana caranya?

Persiapkan "kriteria" atau "quality check" list di notebook anda, sebelum anda memulainya, dan gunakan list tersebut sebagai evaluasi ketika bangunan anda selesai terbangun, untuk memahami kelebihan dan kekurangan proyek anda ini. Tonjolkan kelebihan proyek ini, sebagai daya tarik proyek anda, dan arahkan market sesuai dengan kelebihan proyek anda.

Ingat, anda tidak akan mungkin memenuhi semua yang 'pasar' inginkan, anyway, selama jumlah rumah yang anda bangun sangat kecil, sooner or later, pasti akan menemukan pembelinya..

Good Luck!

Saturday, 6 October 2007

Rumah "tipis"...


Dari Web Urbanist :

Cramped City Living: 10 of the Narrowest Houses in the World


Melihat kondisi di Jakarta semakin hari semakin sulit memiliki "rumah idaman", dengan mungkin 3 kondisi yang membuat kita berpikir panjang tentang lokasi rumah, seperti:
- Harga tanah dalam kota yang semakin mahal
- Kemacetan dan Jarak (=bensin) untuk rumah di'pinggir' Jakarta
- Daerah rawan banjir...

Mungkin sudah saatnya kita merenungkan kembali pengertian "rumah idaman".

Maksud saya adalah, ibarat kendaraan, mungkin kurang lebih evolusi tentang kendaraan idaman dapat kita pelajari..

Ini line up dari Honda = Honda seri Legend>Accord>Civic>City>Jazz..apa yang dapat kita sebut sebagai "mobil idaman"? Honda Jazz sendiri membuktikan posisi yang matang dalam membuat mobil 'idaman' baru. Yang mungkin juga di ilhami secara 'revolusioner' oleh mobil Smart Fortwo

Smart Fortwo, bukan sekadar mobil kecil 'pertama diciptakan' seperti Mini dan Honda Life (versi asli 70an), yang masih berasaskan "mobil yang dikecilkan" namun posisi engine, pengendara sendiri lah yang membuat mobil kecil ini istimewa dan nyaman...

Contoh lainnya adalah juga kemunculan Mercedes Bens seri A, Audi seri A2, dah bahkan BMW seri 1..

Rumah kecil yang menarik dapat anda pertimbangkan idenya, bukan rumah 'mungil'. Kita bicara rumah "super kecil", namun jargon "small is the new big" mungkin bisa kita pertimbangkan disini..dari walau kecil, tidak harus terkesan murah(an) juga..

Tipe rumah seperti ini dapat memberikan fungsi yang seharusnya, dengan tidak melupakan kenyamanan...

Saat ini yang ada dipikiran saya adalah, bagaimana menciptakan rumah dengan lebar 2-2.5m...konsepnya berpikirnya adalah, bukan rumah besar yang dikecilkan, namun benar-benar rumah yang berfungsi sama, dengan kondisi yang berbeda.

Saya juga ingat ketika pada tahun 90an di Jakarta hidup dalam apartemen adalah sesuatu yang baru, saya ingat betul ketika, pada interior desainer pada saat itu, kebingungan dalam meciptakan desain interior untuk ruang multifungsi sekecil itu. Yang pada akhirnya kita harus belajar dari Singapura dan Jepang, mensiasati desain unit kecil dengan maksimal.

Yang terpenting adalah, selain desain fisiknya, mental dan cara pandang kita yang harus dirubah. Toilet di Hotel Suite, sama fungsinya dengan Toilet didalam pesawat terbang.

Mungkin puluhan tahun yang lalu, orang amerika dengan mobil super besarnya tidak akan pernah membayangkan bagaimana Morris Mini dan Honda Life dapat "diciptakan"..

Friday, 5 October 2007

Ingin rumah yang 'menonjol' atau 'serasi'?

Saya sering berhadapan dengan klien yang bingung 'tema' apa untuk rumah tinggalnya.

Memang pada umumnya, mereka yang menggunakan jasa saya, salah satu alasannya adalah karena saya tidak membatasi 'style' dari rumah tersebut. Bukan karena saya tidak mempunyai "raul renanda's style", tapi memang pada intinya ketika saya "menjadi konsultan" untuk membangun rumah orang, saya berfungsi "sebagai konsultan" dalam artinya kata "it's is not My House, but it's my Client's House" attitude. Kecuali bila sang klien meminta saran saya, atau "tolong bikin apa yang menurut kamu itu stylenya si raul".

Di sisi lain, memang saya suka mengeksplore style-style lain, karena buat saya, dengan memahami segala 'pakem desain', adalah cara terbaik menemukan atau memperkaya style saya sendiri...

Nah, sekarang kembali ke topiknya; berkaitan dengan keputusan membuat desain yang "lain dari pada yang lain" atau "yang sedang nge-tren"...

Saya coba analogi ini, musik (in general aja ya, take it lightly..)

Menonjol; Bjork, Marilyn Manson, Tori Amos...(ada yang fanatik, tidak banyak yang suka)
Trend; Britney Spears, Justin Timberlake, George Michael...(hampir semua orang suka, atau 'okay saja')

Apa bedanya?

Bila menonjol, lain dari pada yang lain, unik, avant garde, special...Jangan berharap bahwa rumah anda nantinya, akan diminati oleh semua orang. Akan ada perbedaan yang nyata, suka atau tidak suka. Jadi, bila rumah anda unik dan special, pastikan bahwa anda memahami bahwa mungkin ada beberapa orang disekitar kita, "tidak apresiatif" dengan rumah anda..

Berbeda dengan rumah populer, mungkin ada yang suka, tapi in general, tidak akan ada yang 'berkeberatan', alias, worst case, berkomentar..."rumahnya biasa saja"..

Tidak semua orang sama, dan kedua keputusan tersebut bisa sama benarnya, dan bisa sama salahnya. Benar bila memang 'itu' keinginan anda, dan anda mantap 'menjalaninya' maka benar adanya, bila tidak seperti yang anda harapkan, maka, tentu itu keputusan yang 'salah'...

Lalu bagaimana dengan rumah yang unik namun semua orang sangat suka? termasuk kategori apa itu? rumah tersebut kita sebut sebagai...rumah remarkable!

Dan seperti lagu-lagu yang unik, contoh saja "macarena", "don't worry be happy", "asereje"...tidak akan muncul setiap tahunnya, walau berjuta-juta pengarang lagu dan orang di industri musik berusaha menciptakannya. It just happened, not created.

Maka, jangan kaget dengan uang segitu banyaknya dan populeritas yang luar biasa, Michael Jackson masih sulit menciptakan album yang fantastis!