Terutama untuk interior, kadang kita bingung pilih palet warna yang bagus...
KULER adalah sebuah website yang dapat membantu anda menemukan rangkaian palet warna yang anda sukai...
(info: perlu download plugin flash terbaru...)
Silakan mencoba ;-)
Tuesday, 19 December 2006
Sunday, 17 December 2006
Inspirasi = Wallpaper


Consider Wallpaper! mungkin kita sudah tahu kegunaan wallpaper dan juga sering melihat ruangan yang menggunakannya. Namun, juga perlu kita akui, ide ini sudah cukup 'usana' dan tidak menarik lagi. Tetapi sesungguhnya yang terjadi, bukan wallpaper yang menjadi elemen yang 'tidak menarik', yang terjadi sebenarnya adalah 'pattern' wallpaper itu sendiri yang membosankan.
Frem Living adalah contoh inspirasi wallpaper dengan pattern yang sangat baik, juga dengan warna-warna 'masa kini'. Walau mungkin tidak ada yang menjual merek itu disini, namun saya kira masih ada beberapa toko yang menyediakan wallpaper yang modern dan menarik...
please, consider wallpaper... ;-)
Tuesday, 12 December 2006
Exterior for Husband...Interior for Wife?
Bila anda adalah sepasang suami istri, adalah hal yang lumrah bila terdapat perbedaan "selera" serta kebutuhan. Berulang kali saya temukan kondisi ini, well, lain keluarga-lain pula penyelesaiannya. Ada beberapa cara untuk mempermudah keputusan, dan tentu menghilangkan 'stress' yang tidak perlu dalam membangun rumah ini. Membangun rumah impian harusnya sebuah kebahagiaan bukan?
Kadang ada penyelesaian untuk membagi 'tugas' masing-masing...(tidak harus seperti ini...) misalnya...
"bapak bagian luarnya saja, Ibu fokus ke interior"
"bapak bagian ruang home theater, Ibu fokus ke pantry"
"bapak untuk keputusan materialnya, Ibu fokus ke furniture"
Memang tidak jarang perbedaan pendapatnya 'benar-benar' berbeda, namun itu nantinya tugas sang arsitek/desainer untuk menarik benang merah diantara perbedaan ini. Seringkali saya jumpai justru dari beberapa sudut pandang yang berbeda, dapat dihasilkan rumah yang unik...
.."tapi gimana kalo gak klop?" well...berilah sang profesional memutuskan untuk anda, it's better to have someone to blame later right? ;-)
Kadang ada penyelesaian untuk membagi 'tugas' masing-masing...(tidak harus seperti ini...) misalnya...
"bapak bagian luarnya saja, Ibu fokus ke interior"
"bapak bagian ruang home theater, Ibu fokus ke pantry"
"bapak untuk keputusan materialnya, Ibu fokus ke furniture"
Memang tidak jarang perbedaan pendapatnya 'benar-benar' berbeda, namun itu nantinya tugas sang arsitek/desainer untuk menarik benang merah diantara perbedaan ini. Seringkali saya jumpai justru dari beberapa sudut pandang yang berbeda, dapat dihasilkan rumah yang unik...
.."tapi gimana kalo gak klop?" well...berilah sang profesional memutuskan untuk anda, it's better to have someone to blame later right? ;-)
Monday, 11 December 2006
Wish List...
Mungkin sebelum anda bertemu dengan arsitek dan desainer proyek rumah tinggal anda, ada baiknya membuat "wish list"...yaitu note mengenai "apa-apa saja yang saya harapkan", jangan khawatir dengan budget, jangan pikirkan dahulu luas bangunannya (walau tentu 'moderation juga perlu...) yang terpenting adalah dengan jelas anda dapat mengkomunikasikan "wish list" tersebut kepada team anda, dan menganalisa hal-hal yang penting dan dapat dilakukan dan juga memilih bagian-bagian yang harus dihilangkan....dengan demikian, anda dan arsitek anda dapat merasa yakin bahwa proyek ini memang sesuai dengan harapan anda...
wish list ini juga dapat berupa 'design brief' dengan cerita yang jelas dalam bentuk kata-kata....siapkan "note" ini sebelum bertemu dengan arsitek, sehingga anda tidak terlupa nantinya, atau "terlanjur" digiring oleh 'keinginan' arsitek/desainer anda..
contoh:
Kamar Utama 7x7m, dengan walk-in closet 'buat saya dan suami', kamar mandi diantaranya, dengan ruang shower dan bathtube terpisah, kalau bisa dengan ruang WC dengan akses terpisah, pencahayaan natural dan terbuka, namun tidak dapat terlihat dari luar, warna kamar terang dan mudah dibersihkan...
wish list ini juga dapat berupa 'design brief' dengan cerita yang jelas dalam bentuk kata-kata....siapkan "note" ini sebelum bertemu dengan arsitek, sehingga anda tidak terlupa nantinya, atau "terlanjur" digiring oleh 'keinginan' arsitek/desainer anda..
contoh:
Kamar Utama 7x7m, dengan walk-in closet 'buat saya dan suami', kamar mandi diantaranya, dengan ruang shower dan bathtube terpisah, kalau bisa dengan ruang WC dengan akses terpisah, pencahayaan natural dan terbuka, namun tidak dapat terlihat dari luar, warna kamar terang dan mudah dibersihkan...
Trend = Floral Pattern...


Trend, walau mungkin sudah berumur 2 tahun (sepanjang saya tahu...) pattern 'siluet' floral tetap menjadi trend interior saat ini, banyak sekali dijumpai di asesoris interior, bahkan sampai pengerjaan interior itu sendiri (Bakerzin, Pondok Indah Mall 2)...tema 'green' ini masih akan tetap gress sampai tahun depan (07)... terapkan dirumah anda! ;-)
Tips = Bicara Selera....
Bila anda sebagai owner merasa sudah tahu keinginan anda dengan jelas "seperti apa" bentuk, warna, dan tipe rumah anda, maka menyampaikan apa yang anda inginkan bukanlah hal yang sulit kepada desainer dan arsitek anda...
..lalu bagaimana bila anda bingung?tidak mengetahui, atau tidak tahu bagaimana mengungkapkan kepada desainer anda? atau bagaimana bila anda sendiri tidak yakin apa yang anda suka?
Salah satu teknik yang saya gunakan agar tidak salah dalam menilai selera client adalah, "mari kita bicara apa yang Anda Tidak Suka".
Seperti ada quote (saya lupa dari mana) "saya tidak mengerti seni, tapi saya tahu mana yang bukan seni",
dengan mengetahui hal-hal apa yang anda tidak suka pada desain tertentu, maka desainer dan arsitek dapat mengarahkan lebih baik kira2 apa yang anda inginkan...
Contoh,
"saya gak tahu style apa yang saya suka, tapi pokoknya jangan klasik ya.."
"saya enggak suka dengan warna-warna gelap..."
"jangan yang susah bersihinnya ya"
"pokoknya jangan terlihat seperti rumah mewah dan sombong.."
"jangan yang rame..."
..lalu bagaimana bila anda bingung?tidak mengetahui, atau tidak tahu bagaimana mengungkapkan kepada desainer anda? atau bagaimana bila anda sendiri tidak yakin apa yang anda suka?
Salah satu teknik yang saya gunakan agar tidak salah dalam menilai selera client adalah, "mari kita bicara apa yang Anda Tidak Suka".
Seperti ada quote (saya lupa dari mana) "saya tidak mengerti seni, tapi saya tahu mana yang bukan seni",
dengan mengetahui hal-hal apa yang anda tidak suka pada desain tertentu, maka desainer dan arsitek dapat mengarahkan lebih baik kira2 apa yang anda inginkan...
Contoh,
"saya gak tahu style apa yang saya suka, tapi pokoknya jangan klasik ya.."
"saya enggak suka dengan warna-warna gelap..."
"jangan yang susah bersihinnya ya"
"pokoknya jangan terlihat seperti rumah mewah dan sombong.."
"jangan yang rame..."
Involvement...
membangun rumah adalah sebuah 'proyek besar' anda, dan seperti proyek-proyek anda di kantor, anda harus menentukan sejauh mana "keikutsertaan" anda dalam proyek ini. Apakah anda tipe pemimpin yang ingin terlibat langsung, atau hanya ingin memantau secara umum, apakah termasuk yang melihat hasilnya saja. Yang jelas, banyak hal yang akan berpengaruh dari involvement anda terhadap proyek ini. Pastikan team anda: arsitek dan konsultan lainnya, serta kontraktor, mengerti kira-kira sejauh mana anda terlibat diproyek ini.
Bila anda mempercayakan semuanya kepada team anda, pastikan dengan jelas "rambu-rambu" atau target yang ingin dicapai (tidak bisa dengan hanya berkata "saya ingin bagus"), benchmark dari anda harus jelas, sehingga team anda mempunyai keyakinan dan target yang jelas.
Bila anda tipe yang lebih suka laporan mingguan, maka hendaklah diperjelas tipe laporannya, dan siap-siap untuk mengambil keputusan disetiap meeting itu...
Bila anda tipe yang ingin mengontrol lebih dekat proyek ini, maka pastikan waktu yang anda punya benar-benar dapat anda 'curah'kan untuk proyek ini...
Berilah keputusan yang jelas, dan delegasikan pekerjaan yang kepada team yang anda percayai.
Proyek rumah tinggal anda adalah hasil dari kerja team yang jelas dan kompak, dan komitmen anda kepada proyek ini sama pentingnya dengan komitmen kerja team ini.
Bila anda mempercayakan semuanya kepada team anda, pastikan dengan jelas "rambu-rambu" atau target yang ingin dicapai (tidak bisa dengan hanya berkata "saya ingin bagus"), benchmark dari anda harus jelas, sehingga team anda mempunyai keyakinan dan target yang jelas.
Bila anda tipe yang lebih suka laporan mingguan, maka hendaklah diperjelas tipe laporannya, dan siap-siap untuk mengambil keputusan disetiap meeting itu...
Bila anda tipe yang ingin mengontrol lebih dekat proyek ini, maka pastikan waktu yang anda punya benar-benar dapat anda 'curah'kan untuk proyek ini...
Berilah keputusan yang jelas, dan delegasikan pekerjaan yang kepada team yang anda percayai.
Proyek rumah tinggal anda adalah hasil dari kerja team yang jelas dan kompak, dan komitmen anda kepada proyek ini sama pentingnya dengan komitmen kerja team ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)