Background Story:
Saya di ajak oleh teman saya ke sebuah warung gaul di cipete, katanya Ikan Patin bakarnya enak banget, tapi " jangan ditungguin", karena lama sekali membuatnya. Mereka membakarnya tidak terburu-buru sehingga bumbunya meresap, memang bila kita memesan ikan bakar di restoran akan lebih cepat disajikannya, tapi karena pekerjaan mereka instan(cepat), tentu ikan bakarnya tidak sebaik disini. Kira-kira seperti saran teman saya.
Saya jadi berpikir mengenai waktu pekerjaan...
Pada saat itu, saya baru saja mendapat brief dari sebuah developer untuk membuat sebuah gerbang. Bukan salah mereka, dari awal pun, pada saat perkenalan, mereka sudah wanti-wanti untuk 'kerja dengan cepat'. Developer ini juga berkata bahwa proyek gerbang ini sangat penting buat mereka.
Yang ada dikepala saya, bila gerbang ini sangat penting, mengapa mereka justru terburu-buru mengerjakannya?
Bagaimana bila di sebuah restoran saya memesan "Steak"dan saya meminta kepada sang pelayan untuk membuatnya secepat mungkin? mungkin karena saya lapar, mungkin juga saya punya perasaan, toh saya sanggup membayar steak ini, "I have the money, and I want it now".
Tapi bila saya pikir baik2? saya tidak tahu apa yang terjadi di dapur merek, jangan-jangan mereka malah memakai microwave hanya untuk "kejar setoran" saja.
Dan bila akhirnya rasa steak itu tidak enak, saya tetap harus membayar toh?
**************
Salah satu 'kriteria' tanda seorang Arsitek/Interior bahwa mereka itu profesional adalah Ketepatan Waktu. Tidak hanya dalam pengertian punctual bila berjanji untuk bertemu (janji jam 3 sore, datang harusnya jam 3 sore...) juga dalam ketepatan janji untuk penyerahan gambar. Jangan lupa untuk meminta time schedule...
Nah, inti dari tulisan ini adalah tentang penilaian kita kepada waktu yang di tawarkan dari sang desainer, yang pada umumnya, justru 'diberikan' oleh sang klien.
"saya ingin membangun pada bulan oktober"...atau misalnya "saya ingin bangunan jadi di bulan november" selain itu juga bisa seperti "saya mau yang cepat"...tentu itu yang kita harapkan sebagai klien kepada sang desainer, kenapa? selain alasan-alasan khusus, (oktober adalah ulang tahun perkawinan, misalnya - atau November agar pada tahun baru kita bisa mengundang teman-teman ke rumah baru, atau tentu ada rasa, ya saya punya dana cukup, kok lama sekali sih untuk membangun rumah ini? kenapa menggambar saja susah?
Pada satu sisi, sang desainer juga dihadapkan dua pilihan. Pertama, tentu ia ingin proyek ini, baik karena alasan finansial maupun profesional. Kedua, ada rasa bahwa desain yang baik, tentu bukan desain yang 'instan'.
Terkadang yang terjadi adalah, Sang Desainer tergoda untuk memberikan waktu sesuai dengan yang anda minta demi untuk mendapatkan proyek. Namun, walau pada akhirnya sang Desainer dapat memenuhi waktu yang di inginkan, pertanyaannya adalah, apakah dia telah memberikan hasil yang terbaik? ataukan "instant"?
Untuk ini saya belum ada jawaban pasti, poin yang terpenting adalah hati-hati dengan permintaan waktu yang cepat, dan jangan pula sampai kebablasan proyek berjalan dengan waktu yang terlalu "bebas"....
(isu yang sama, juga berlaku ketika kita meminta perhitungan budget kepada kontraktor, apakah dengan biaya yang kita minta mereka akan bekerja serius? apakah mereka akan mengurai kualitas material?)
Target kita semua adalah : Proyek ini berjalan dengan baik, dan Proyek ini hasilnya "sempurna". Waktu dan Budget bukanlah target utama kita, dan tidak ada artinya bila hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Membangun rumah bukanlah pekerjaan 1+1=2...
Wednesday, 18 April 2007
Saturday, 24 March 2007
Friday, 23 March 2007
Indahnya warna "hitam"...

Beberapa waktu lalu, saya diundang oleh sebuah dealer mobil untuk "mengintip" mobil terbaru mereka yang akan keluar tahun ini, walau tidak ada rencana untuk membeli mobil, saya menanyakan warna-warna apa saja yang ada. Saya sendiri selalu suka dengan warna abu-abu (grey metallic), selain purely masalah selera, saya merasa body mobil akan terlihat lebih dramatis lekukannya dengan warna tersebut, ketimbang warna hitam misalnya.
Namun diluar dugaan, si salesman yang biasanya 'meng-iyakan' keinginan calon pembeli justru tidak menganjurkan warna grey tersebut, dia mengarahkan warna hitam (mungkin yang ready stock adalah warna itu - dasar salesman). Begini kira-kira kalimat salesman tersebut;
"kalo warna hitam pak, ketika suatu saat bapak menjual, lewat telpon atau koran saja, orang pasti tahu warna hitam seperti apa, sedangkan bila warna abu-abu, orang pasti menayakan lebih lanjut, abu-abu yang mana? terang atau gelap? ada kecoklat2an apa murni abu-abu? orang akan bingung dengan warna itu, karena memang warna abu-abu banyak sekali..."
Saya tersentak mendengar penjelasan tersebut, karena saya langsung berpikir, bila warna lain bagaimana ya? merah? coklat? biru? bagaimana menerangkan ke klien tanpa memperlihatkan lebih dahulu?
Pagi tadi, salah seorang klien saya, menelepon, minta advice karena ia mau membeli furniture dan meminta saran saya, warna apa yang cocok. Jawaban saya cukup jelas "beli warna yang natural saja, karena furniture harapan kita umurnya panjang, jadi hindari yang trendy, ada baiknya ambil warna hitam atau coklat", lalu dia tanya kembali "coklat yang bagaimana?" sulit buat saya untuk menerangkannya (dia harus ambil saat itu juga, dimana saya tidak mungkin pergi ketempat itu), lalu jawaban saya koreksi.
"ambil warna hitam saja, pasti aman. Warna hitam kan pasti hitam toh?"
Itulah indahnya warna hitam.
Wednesday, 28 February 2007
Cek Budget anda..seriously.
Dibeberapa rumah tinggal yang saya desain, saya cukup bersyukur mempunyai klien yang tidak membatasi dalam segi pembiayaan. Walau tetap bekerja dalam rencana pembiayaan yang terukur, selalu ada rasa "aman" apabila dalam perjalanan saya mendesain, saya tambahkan beberapa elemen yang pada akhirnya mau tidak mau membebani rencana tersebut. Saya beruntung karena klien sayaselalu menyanggupi perkembangan biaya tersebut. That's good for both of us.
Namun, sudah tentu saya tidak selalu mempunyai klien yang seperti itu. Pernah salah satu klien saya dengan tegas berkata;
"hanya segini uang saya, lebih sedikit saja, saya benar-benar tidak sanggup".
Pada saat itu pula saya dengan team kontraktor benar-benar berhati-hati dalam menghitung biaya bangunan ini, dengan sangat sadar kita berusaha menghitung biaya pembangunan sesuai dengan anggaran, atau bila perlu lebih rendah dari yang kita rencanakan. Good for both of us.
Namun, sepanjang pembangunan, selalu ada saja perkembangan yang tak terduga. Hal yang kecil yang kita terlewati mulai bermunculan, yang pada satu ketika mulai menjadi beban terselubung.
Dengan kita selalu meninjau proyek dalam segi pembiayaan, kita dapat mengerem biaya-biaya tidak terduga tersebut, atau dengan sadar mengetahui apa-apa saja yang telah membengkak dan secepatnya mengambil keputusan untuk meninjau kembalik apa-apa saja yang belum dikerjakan untuk memenuhi sisa budget tersebut.
Ada baiknya kita tidak terburu-buru dalam membangun rumah; Cepat bukan berarti terburu-buru. Bila saat ini anda sedang 'asik-asiknya' membangun, saya anjurkan, berhenti sejenak. Ambil nafas dan evaluasi hasil kerja kontraktor dan pengeluaran yang telah dilakukan.
Jangan membangun rumah karena faktor emosional, ingin cepat-cepat selesai. Anda akan kecewa pada akhirnya bila biaya dan kualitas pembangunan tidak seperti yang anda harapkan; ketika rumah sudah jadi, ketika adrenalin membangun sudah hilang, setelah "house warming" diadakan, baru pada saat itu anda melihat dengan jelas, apakah proyek ini berjalan dengan baik, atau tidak.
Selamatkan proyek anda, sekarang juga.
Namun, sudah tentu saya tidak selalu mempunyai klien yang seperti itu. Pernah salah satu klien saya dengan tegas berkata;
"hanya segini uang saya, lebih sedikit saja, saya benar-benar tidak sanggup".
Pada saat itu pula saya dengan team kontraktor benar-benar berhati-hati dalam menghitung biaya bangunan ini, dengan sangat sadar kita berusaha menghitung biaya pembangunan sesuai dengan anggaran, atau bila perlu lebih rendah dari yang kita rencanakan. Good for both of us.
Namun, sepanjang pembangunan, selalu ada saja perkembangan yang tak terduga. Hal yang kecil yang kita terlewati mulai bermunculan, yang pada satu ketika mulai menjadi beban terselubung.
Dengan kita selalu meninjau proyek dalam segi pembiayaan, kita dapat mengerem biaya-biaya tidak terduga tersebut, atau dengan sadar mengetahui apa-apa saja yang telah membengkak dan secepatnya mengambil keputusan untuk meninjau kembalik apa-apa saja yang belum dikerjakan untuk memenuhi sisa budget tersebut.
Ada baiknya kita tidak terburu-buru dalam membangun rumah; Cepat bukan berarti terburu-buru. Bila saat ini anda sedang 'asik-asiknya' membangun, saya anjurkan, berhenti sejenak. Ambil nafas dan evaluasi hasil kerja kontraktor dan pengeluaran yang telah dilakukan.
Jangan membangun rumah karena faktor emosional, ingin cepat-cepat selesai. Anda akan kecewa pada akhirnya bila biaya dan kualitas pembangunan tidak seperti yang anda harapkan; ketika rumah sudah jadi, ketika adrenalin membangun sudah hilang, setelah "house warming" diadakan, baru pada saat itu anda melihat dengan jelas, apakah proyek ini berjalan dengan baik, atau tidak.
Selamatkan proyek anda, sekarang juga.
Tuesday, 27 February 2007
Kinerja Desainer...
Bagaimana anda tahu bahwa desainer anda bekerja dengan baik? dari mana benchmark yang bisa kita pakai dalam menilainya?
Tidak ada, dan kemungkinan besar, anda tidak akan pernah tahu.
Mengapa? karena tidak ada proyek yang sama, dan tidak mungkin terdapat 2 desainer dalam 1 jenis proyek yang sama. Jadi membandingkan desainer A dan B, bukan perkara mudah.
Itu sebabnya diskusi mengenai "Pembalap Formula 1 terbaik sepanjang masa" tidak pernah tuntas, karena, memang hampir sulit diketahui, karena setiap kendaraan; walau dari team yang sama, tetap berbeda, apalagi untuk mengetahui kemampuan rivalnya...mobil berbeda, kondisi track yang berbeda, teknologi yang berbeda.
Apakah desainer yang baik adalah seorang yang membuat anda senang?
Apakah desainer yang baik adalah seorang yang menuruti kemauan anda?
Apakah desainer yang baik adalah seorang yang ternama? apakah karena desainnya bagus? apakah yang bisa menghemat uang anda?
Ada beberapa cerita yang saya dengar; Si A itu desainnya bagus, tapi orangnya cerewet. Si B itu baik orangnya tapi kaku dan gak kreatif, si C itu ngambekan tapi desainnya keren, si D itu memang bagus tapi biayanya membengkak sekali, si E itu kata orang desainnya bagus tapi saya tidak nyaman menempatinya. dsb
Lalu bagaimana cara menilainya? saran saya, kita kembalikan lagi ke pertanyaan awal; apa yang menjadi prioritas anda, tentu kita ingin segalanya namun kita juga perlu tahu, kita tidak mungkin mendapatkannya. Selalu ada yang akan di korbankan, menjadi 2nd priority, atau yang di anggap kekurangan yang dapat di "lupakan".
Kita kembalikan ke pertanyaan awal; mengapa saya ingin si A untuk menjadi desainer pilihan saya.
;-)
Tidak ada, dan kemungkinan besar, anda tidak akan pernah tahu.
Mengapa? karena tidak ada proyek yang sama, dan tidak mungkin terdapat 2 desainer dalam 1 jenis proyek yang sama. Jadi membandingkan desainer A dan B, bukan perkara mudah.
Itu sebabnya diskusi mengenai "Pembalap Formula 1 terbaik sepanjang masa" tidak pernah tuntas, karena, memang hampir sulit diketahui, karena setiap kendaraan; walau dari team yang sama, tetap berbeda, apalagi untuk mengetahui kemampuan rivalnya...mobil berbeda, kondisi track yang berbeda, teknologi yang berbeda.
Apakah desainer yang baik adalah seorang yang membuat anda senang?
Apakah desainer yang baik adalah seorang yang menuruti kemauan anda?
Apakah desainer yang baik adalah seorang yang ternama? apakah karena desainnya bagus? apakah yang bisa menghemat uang anda?
Ada beberapa cerita yang saya dengar; Si A itu desainnya bagus, tapi orangnya cerewet. Si B itu baik orangnya tapi kaku dan gak kreatif, si C itu ngambekan tapi desainnya keren, si D itu memang bagus tapi biayanya membengkak sekali, si E itu kata orang desainnya bagus tapi saya tidak nyaman menempatinya. dsb
Lalu bagaimana cara menilainya? saran saya, kita kembalikan lagi ke pertanyaan awal; apa yang menjadi prioritas anda, tentu kita ingin segalanya namun kita juga perlu tahu, kita tidak mungkin mendapatkannya. Selalu ada yang akan di korbankan, menjadi 2nd priority, atau yang di anggap kekurangan yang dapat di "lupakan".
Kita kembalikan ke pertanyaan awal; mengapa saya ingin si A untuk menjadi desainer pilihan saya.
;-)
Gak ada salahnya...

Bila judul tulisan, "
Top 50 Things To Do To Stop Global Warming
terlalu "serem" atau "berat", coba judul lain, seperti.. "Gak ada salahnya ikutin saran ini, pasti ada baiknya lah - don't think, just do it"
OK ini beberapa yang saya anggap, tidak ada alasan kenapa kita gak melakukannya, sekarang;
1.Ganti dengan lampu hemat energi
2.Bila membeli peralatan elektronik , please perhatikan sisi hemat listrinya
3.Sebaiknya "OFF" kan TV, Komputer etc, jangan "standby"
4.(Feng Shui ada benarnya) Jauhkan kulkas dari kompor
5.Mandi dengan "SHOWER"
6.Kurangi mandi dengan air panas
7.Sebaiknya beli sabun/obat nyamuk dll yang ada refillnya
8.Shopping bag, jangan dibuang, tapi digunakan lagi ;saya tahu banyak yang suka simpan shopping bag yang bekas membeli barang 'branded' ;-)
Oh btw, diatas itu foto jepretan saya, silakan klik disini bila ingin liat lainnya...
OK ini beberapa yang saya anggap, tidak ada alasan kenapa kita gak melakukannya, sekarang;
1.Ganti dengan lampu hemat energi
2.Bila membeli peralatan elektronik , please perhatikan sisi hemat listrinya
3.Sebaiknya "OFF" kan TV, Komputer etc, jangan "standby"
4.(Feng Shui ada benarnya) Jauhkan kulkas dari kompor
5.Mandi dengan "SHOWER"
6.Kurangi mandi dengan air panas
7.Sebaiknya beli sabun/obat nyamuk dll yang ada refillnya
8.Shopping bag, jangan dibuang, tapi digunakan lagi ;saya tahu banyak yang suka simpan shopping bag yang bekas membeli barang 'branded' ;-)
Oh btw, diatas itu foto jepretan saya, silakan klik disini bila ingin liat lainnya...
Thursday, 22 February 2007
IKEA HACKS!

Bila anda pecinta produk IKEA, anda pasti suka website ini.
Tetapi tentu bukan hanya untuk produk-produk dari IKEA, tentu kita bisa belajar dari ide-ide yang ada untuk merek furnitur lainnya. Intinya, recycle, reuse, reimagine!
;-)
Subscribe to:
Posts (Atom)