Tuesday, 19 August 2008
Help Me to make a better book..
Saya sedang menulis buku yang akan di rilis sebentar lagi, yang berisi tentang tips, atau jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sekitar 'berkarir menjadi seorang arsitek'.
Sementara ini tidak bisa cerita banyak tentang isi bukunya, namun, walau sudah hampir selesai, saya rasa ada baiknya meminta input dari teman-teman, yang sekalian ingin bertanya tentang hal karir ini. So, bila ada, silahkan email ke desainrenanda@yahoo.com dan sekalian tulis nama dan alamat anda (note: email ini bersifat pasif dan jangan digunakan untuk kontak langsung dengan saya)
bila pertanyaan anda saya gunakan dalam buku ini, saya akan mengirimkan gratis 1 buku ini, untuk dalam negeri saja ya, yang ada diluar negeri, bisa kasih alamat lain/teman/keluarga disini. Maksimal buku yang akan saya berikan berjumlah 100 buah.
Berikut contoh-contoh pertanyaannya:
- Bagaimana bila saya jenuh mendesain?
- Kapan waktunya saya membuat jasa desain sendiri?
- Kok saya susah mendapatkan klien?
- Kenapa kontraktor susah diajak kerja sama?
- Saya ingin jadi arsitek, namun tidak berbakat menggambar, apa bisa?
Jadi isi dari email itu hanya berupa (contoh)
********
Subject: Isi Buku "Untuk Arsitek"
Pertanyaan: Bagaimana saya tahu bila saya benar-benar berbakat menjadi arsitek?
Pengirim: Angelina Lopez, Jl.Kebayoran Baru No.1 Jakarta (etc, alamat kirim lengkap untuk kurir lah)
********
Pertanyaan sekitar, kuliah, profesi, bekerja di kantor arsitek, klien, kontraktor, desain, proses, kreatifitas..apapun yang ada di benak anda saat ini.
Cheers,
Raul Renanda
Friday, 8 August 2008
Rumah Tinggal...Wish List?
Oke, kali ini saya mencoba mengingat apa wish list kita untuk rumah idaman kita (gak berurutan, apa yang ada dikepala saya saat ini saja...)
- Ada ruang-ruang yang kita butuh kan (tentunya), jumlah kamar dan luasnya 'cukup' seperti yang diperlukan...
- Flow atau aliran jalan antar ruang-ruang tersebut enak dan terkoneksi dengan semestinya
- Ada perbedaan antara ruang umum (ruang tamu, keluarga, teras depan) dengan ruang private (kamar tidur, kamar mandi, juga hubungan antara area owner dengan area servant)
- Aliran udara masuk kedalam rumah
- Pencahayaan cukup terang disiang hari
- Desain exterior sesuai dengan 'image' yang kita inginkan, apakah menunjukkan kesuksesan, atau 'different/istimewa', canggih, humble, nyaman dsb.
- Desain interior yang cantik ataukah yang nyaman
- Penataan ruang sejalan dengan Fengshui, arah rumah dan bukaan juga mengikuti anjuran ini...
- Rayap! jauh2 (apa memang benar2 ada rumah 100% bebas rayap? mungkin kita kembalikan ke material, rayap = kayu, ada kayu, ada rayap, bila rumah kita dari kaca/besi/plastik/kain logikanya gak ada makanan rayap, ya gak ada rayap..harusnya)
- Nyamuk dan lalat, hampir gak mungkin gak ada kali ya? juga tikus..pasrah aja..
- Rumah gampang perawatan...sebenarnya tidak ada istilah gampang perawatan, inti dari perawatan adalah niat merawat...kalo sudah cinta, mau kayak apa juga kita rela merawat...
- Rumah aman dari 'serangan luar'
- Rumah aman dari 'serangan dalam' alias 'little monster' (istilah favorit saya untuk anak2 saya yang 'bandel tapi lucu'...)
- Rumah dengan pencayahaan yang terang berderang, atau rumah dengan pencahanyaan dramatik/keren...
- Rumah hemat energi...walau segala hiruk pikuk tentang 'green' kayaknya keren dan penting, tetep akhirnya yang bisa kita rasakan ketika "hit our wallet", satu juta cerita tentang bahaya polusi pemakaian bensin berlebihan, kita gak perduli, tapi satu kenyataan harga bensin bikin sakit perut (saya menghamburkan 5-7 juta untuk bensin sebulan !!..padahal jarak pergaulan saya relatif pendek, gak bisa bayangin teman2 yang lain yang rumah dan aktifitasnya jauh2) baru kita ngerti ngapain pake mobil boros dan jalan jauh2....dan listrik tentunya yang hemat...
- well segitu dulu... ada ide lainnya?
Wish list kayak gini, perlu kita miliki sebelum kita membangun/mendesain rumah, dari daftar keinginan ini, nanti ada beberapa hal yang saling 'bertabrakan'..kita harus memilih...
Kita kembalikan ke pilihan bukan?
Tuesday, 5 August 2008
Thursday, 31 July 2008
Percayakan kepada "team ahli" kita...
Kenapa kita meng-hire, arsitek, interior, dan kontraktor? karena mereka adalah ahlinya. Kita bisa saja lebih pintar dan lebih banyak mempunyai informasi tentang rumah tinggal yang 'keren' dan segala hal mengenai fungsi rumah 'mewah' (misalnya), namun pada saatnya kita pun harus melepas rasa kontrol tersebut kepada team kita, mengapa? karena mereka adalah orang-orang yang memang hidupnya dari 'keahlian' tersebut.
Misalnya, saya senang menyanyi, saya suka ber-karaoke, dan ibu, istri, anak dan teman2 merasa suara saya bagus...tapi apakah itu artinya saya bisa menjadi penyanyi profesional? begitu juga dengan memasak, menjahit dan 'hobi2' lainnya. Semua keahlian kita yang diakui oleh orang2 disekitar kita, tidak akan artinya dengan orang yang menggantungkan hidupnya kepada 'hobby' tersebut.
Mereka adalah orang-orang yang, makan, tidur, bernapas dengan 'hobby atau keahlian' tersebut.
Bisa saja kita mempunyai talent lebih baik dari para 'profesional' tersebut, namun, tetap saja, mereka mempunyai kelebihan dan pengalaman yang tidak kita punyai.
Jadi, bila kita menemukan kekurangan dari arsitek/interior dan kontraktor kita, dan ada beberapa hal yang kita merasa lebih baik dari mereka, maka diskusikan hal tersebut, sampaikan apa2 yang kita inginkan, atau informasikan. Namun, setelah itu, biarkan mereka yang mengerjakannya...kita hanya bertugas untuk meng-guide mereka.
Mungkin hasilnya tidak akan sempurna atau 100% seperti apa yang kita inginkan, namun bila kita bijaksana, hal yang 'biasa' pun terkadang lebih baik dari pada hasil yang 'kacau balau' akibat hilangnya motivasi dari team kita, atau campur tangan kita yang terlalu dalam...
Misalnya, saya senang menyanyi, saya suka ber-karaoke, dan ibu, istri, anak dan teman2 merasa suara saya bagus...tapi apakah itu artinya saya bisa menjadi penyanyi profesional? begitu juga dengan memasak, menjahit dan 'hobi2' lainnya. Semua keahlian kita yang diakui oleh orang2 disekitar kita, tidak akan artinya dengan orang yang menggantungkan hidupnya kepada 'hobby' tersebut.
Mereka adalah orang-orang yang, makan, tidur, bernapas dengan 'hobby atau keahlian' tersebut.
Bisa saja kita mempunyai talent lebih baik dari para 'profesional' tersebut, namun, tetap saja, mereka mempunyai kelebihan dan pengalaman yang tidak kita punyai.
Jadi, bila kita menemukan kekurangan dari arsitek/interior dan kontraktor kita, dan ada beberapa hal yang kita merasa lebih baik dari mereka, maka diskusikan hal tersebut, sampaikan apa2 yang kita inginkan, atau informasikan. Namun, setelah itu, biarkan mereka yang mengerjakannya...kita hanya bertugas untuk meng-guide mereka.
Mungkin hasilnya tidak akan sempurna atau 100% seperti apa yang kita inginkan, namun bila kita bijaksana, hal yang 'biasa' pun terkadang lebih baik dari pada hasil yang 'kacau balau' akibat hilangnya motivasi dari team kita, atau campur tangan kita yang terlalu dalam...
Monday, 21 July 2008
Siapkan Team Hebat untuk proyek rumah kita!

Setiap proyek rumah tinggal, seperti proyek2 lainnya (membuat rocket ke bulan, membuat mobil racing, membuat acara arisan besar, acara perkawinan) harus dimulai dengan pilihan orang-orang yang bagus dalam pekerjaannya dan cocok dalam menjalankan tugas.
Kita sering menganggap bahwa membuat rumah tinggal hanyalah:
- Saya punya tanah
- Saya pinya uang
- Saya cari 'tukang gambar'
- Saya cari kontraktor
- Beres.
Padahal dalam pelaksanannya akan banyak tuntutan yang besar, masalah yang harus dihadapi, segala macam pendapat dsb.
Mulailah proyek kita dengan membangun team yang kuat, yang berarti terdiri dari:
- Arsitek
- Kontraktor
- Kita sebagai pimpinan team
- Pasangan kita (bila kita sudah berkeluarga) sebagai 'sidekick'
Hindari memberikan tugas dari top down. Sebaiknya bekerja bersama, suksesnya rumah ini adalah sukses semua, 'gagal'nya proyek ini adalah 'kesalahan' semua, hindari 'blame game'..
Siapkan team yang hebat, untuk karya yang hebat!
Wednesday, 16 July 2008
Memilih Arsitek...

Architect" usually depicts an image of a lateral thinker; the guild of society that think "outside the box", many connotations are attached to the way we should think, act and dress." (image dan tulisan dicolong dari sini..)
Entah kenapa, tiba2 ada 3 pihak yang saling berkaitan ingin bertemu dengan saya untuk menjadi konsultan mereka...yang pertama, proyek rumah tinggal, kedua, proyek interior, yang terakhir adalah proyek 'komersial'...
Di keroyok seperti itu tentu sebenarnya menyenangkan buat saya, apalagi, entah kenapa, saya sangat merasa comfortable dilingkungan para 'calon klien' ini, ada rasa, secara intelektual rada 'nyambung', walau mereka lebih 'senior' dari saya...
singkat cerita, diproyek yang komersial ini lah yang dimana saya diminta untuk memberikan 'nyawa' baru kepada proyek yang setengah jadi ini. Arsitek yang mereka pilih adalah salah satu arsitek terbaik dinegeri ini, dan saya mengenalnya sangat baik dan juga orang yang saya hormati dan kagumi. Entah kenapa, sang klien, tidak sengaja, bertemu dengan saya dan memberikan kesempatan untuk memberikan energi baru diproyek ini.
Sepintas tidak ada masalah mendasar dengan sang arsitek yang telah mereka pilih, apalagi bila bicara soal pengalaman, beliau lebih banyak tahu dan teamnya pun lebih komplit dari pada saya. Lalu apa yang menyebabkan keterlibatan saya diperlukan? Jawabannya ternyata adalah;
Cocok dan tidak cocok.
Bukan teknis, bukan estetik, bukan kualitas, bukan profesionalisme, bukan finansial, bukan waktu, tetapi 'cocok'.
Bila saya mencoba untuk menganalogikan dengan karir seorang penyanyi profesional; mereka adalah orang yang tahu, mana lagu yang cocok dengan suaranya, mana lagu yang tidak bisa mereka nyanyikan. Bukan masalah 'fales', bukan masalah umur, bukan masalah gaya, tetapi, apakah karakter sang penyanyi dapat berfungsi dengan maksimal pada lagu tersebut.
Seorang produser hebat, tahu, siapa 'artis' yang baik untuk, menyanyikan lagu tertentu, atau untuk filem, tahu peran yang cocok untuk artis tertentu.
Memang ada orang2 yang luar biasa bakatnya, dapat menyanyikan lagu apa saja, dapat berperan mejadi apa saja...namun, saya yakin, mereka tetap mempunyai lagu atau peran yang dapat memberikan mereka kesempatan untuk perform secara maksimal.
Kembali ke cerita arsitek, bila kita ingin mencari arsitek untuk rumah tinggal kita, kita pun harus menyadari bahwa, terkadang, nama besar seorang arsitek belum tentu adalah orang yang terbaik untuk proyek kita. Yang terpenting adalah mencari seorang arsitek yang dapat mengerti visi kita sebagai owner, arsitek yang dapat berkomunikasi dengan baik kepada kita, arsitek yang dapat 'menjadi satu' dengan proyek tersebut.
Kita sebagai owner dari proyek rumah tinggal kita, memang selayaknya bekerja seperti seorang produser sebuah album musik, filem atau pelatih team olah raga. Mencari bakat2 baru, atau memaksimalkan top talent untuk satu tujuan; menghasilkan proyek (kita) yang terbaik.
Maka, tak heran, biasanya orang yang berbekal pengalaman manajerial yang baik -buat saya sebagai arsitek- adalah seorang klien yang luar biasa...
Friday, 27 June 2008
Buat rumah kita , 'MEMORABLE'
Saya pernah ke rumah teman saya yang saya anggap 'biasa'2 saja desainnya, namun entah kenapa 'memory' saya tentang ruang tamu miliknya sangat kuat. Ada beberapa hal yang di dalam ruangan tersebut terasa istimewa, atau lain dari pada ruangan/rumah-rumah pada umumnya.
Memang kesan istimewa ini sangat personal, namun ide bahwa kita harus membuat rumah kita unik tidak selalu dalam bentuk yang wah, atau dalam desain rumah yang spektakuler. Bisa saja dalam bentuk lukisan yang 'lucu' misalnya, atau bentuk asbak yang unik, atau foto keluarga yang santai.
Konsepmya adalah, ruang tamu kita adalah 'ruang untuk tamu', jadi bagaimana cara kita memanjakan tamu kita, seperti misalnya, kita sebagai tamu hotel, atau lobby lounge lainnya. Ada makanan/minuman ringan misalnya, atau buku/majalah, dan aneka hiasan dinding untuk menjadi 'eye candy' buat sang tamu....
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Memang kesan istimewa ini sangat personal, namun ide bahwa kita harus membuat rumah kita unik tidak selalu dalam bentuk yang wah, atau dalam desain rumah yang spektakuler. Bisa saja dalam bentuk lukisan yang 'lucu' misalnya, atau bentuk asbak yang unik, atau foto keluarga yang santai.
Konsepmya adalah, ruang tamu kita adalah 'ruang untuk tamu', jadi bagaimana cara kita memanjakan tamu kita, seperti misalnya, kita sebagai tamu hotel, atau lobby lounge lainnya. Ada makanan/minuman ringan misalnya, atau buku/majalah, dan aneka hiasan dinding untuk menjadi 'eye candy' buat sang tamu....
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Subscribe to:
Posts (Atom)
